• Breaking News

    Anak ‘algojo’ PKI dan eks Tapol ’65: ‘Minta maaf agar tidak ada dendam di generasi mendatang’

    Sebagai penebusan kesalahan ayahnya yang menjadi “algojo” orang yang dituduh PKI di Blitar selatan pada 1968, sang anak menggelar pertemuan atau yang disebut rekonsiliasi kultural dengan para penyintas.

    Para 1968, militer melakukan Operasi Trisula, yang bertujuan memburu pimpinan dan simpatisan PKI yang melarikan diri dan bersembunyi di Blitar Selatan.

    Dalam operasi itu, ABRI (kini TNI) melibatkan organisasi masyarakat untuk bersama melakukan pencarian terhadap anggota atau simpatisan PKI di wilayah itu.

    Farida Masruri adalah putri Hasim Asya’ri (almarhum), seorang aktivis Ansor yang menjadi algojo atau eksekutor terhadap orang-orang yang dituduh PKI saat operasi militer digelar.

    Sedangkan Sukiman adalah anggota Lekra setempat pada periode gelap itu yang berhasil lolos dari maut namun tetap dipenjara tanpa diadili.

    Lihat juga:

    Kejadian yang terjadi 51 tahun lalu itu menyisakan luka dan barangkali dendam di antara dua pihak yang dulu berseteru.

    Bersama sejumlah anak-anak muda Nahdlatul Ulama, Farida menginisiasi apa yang disebut rekonsiliasi kultural, yaitu berusaha merekatkan kembali hubungan sosial yang hancur akibat petaka 65, dengan pendekatan damai berbasis adat istiadat lokal.

    “Karena berposisi sebagai putra dari pelaku eksekutor tragedi ’65, jadi membuat saya merasa sangat perlu untuk bagaimana cara menebus kesalahan yang pernah bapak saya lakukan, dengan proses rekonsiliasi,” kata Farida

    Kini ia sudah dianggap sebagai anak oleh Sukiman, orang yang dahulu dimusuhi oleh almarhum ayahnya.

    “Farida itu seperti anak saya sendiri.” ujar Sukiman.

    Farida meyakini, rekonsiliasi kultural itu, sangat bermanfaat karena setidaknya dapat meminimalkan kebencian di antara kedua pihak, sekaligus menghapus dendam pihak-pihakyang terlibat.

    Produksi video : Anindita Pradana dan Heyder Affan


    Artikel yang berjudul “Anak ‘algojo’ PKI dan eks Tapol ’65: ‘Minta maaf agar tidak ada dendam di generasi mendatang'” ini telah terbit pertama kali di:

    Sumber berita

    No comments