• Breaking News

    Gletser Pizol: Warga Swiss gelar upacara pemakaman untuk lapisan es yang ‘wafat’ akibat pemanasan global

    Hak atas foto Getty Images Image caption Warga setempat, kalangan pendaki, hingga pegiat lingkungan menghadiri acara ‘pawai pemakaman’ untuk mengenang Gletser Pizol yang telah ‘mati’.

    Sebuah gletser yang meleleh akibat pemanasan global diperingati dengan upacara pemakaman di Pegunungan Alpen.

    Puluhan orang berpartisipasi dalam acara ‘pawai pemakaman’ pada Minggu (22/09) untuk memperingati ‘matinya’ Gletser Pizol.

    Gletser yang terletak di bagian timur laut Swiss itu menciut hingga sangat kecil dari ukuran aslinya.

    Para ilmuwan mengatakan gletser itu kehilangan 80% dari volumenya sejak 2006 akibat suhu yang terus menghangat.

    Hak atas foto Getty Images Image caption Seorang perempuan berpartisipasi dalam acara pemakaman untuk memperingati ‘kematian’ Gletser Pizol.

    Selagi para pelayat berkumpul di Pegunungan Alpen, pegiat muda dan para pemimpin dunia berada di New York, Amerika Serikat, guna mendiskusikan langkah mengatasi perubahan iklim di markas PBB.

    Pertemuan di PBB itu berlangsung sehari setelah jutaan orang di seantero dunia menggelar aksi menentang perubahan iklim dunia, yang dicetuskan pegiat berusia 16 tahun, Greta Thunberg.

    Hak atas foto Getty Images Image caption Sisa-sisa Gletser Pizol. Hak atas foto Getty Images Image caption Sisa-sisa gletser berada pada ketinggian sekitar 2.700 meter di atas permukaan laut, dekat perbatasan Liechtenstein dan Austria.

    Walaupun aksi terus digiatkan, kajian oleh para peneliti Swiss menunjukkan bahwa pada 2050, setidaknya setengah dari seluruh gletser di Swiss akan lenyap.

    Gletser Pizol menciut sedemikian rupa sehingga “dari perspektif sains, itu bukan lagi gletser”, kata Alessandra Degiacomi selaku juru kampanye iklim asal Swiss kepada kantor berita AFP.

    Karena gletser itu hanya menyisakan bongkahan es beku, gletser itu dinyatakan mati dalam sebuah upacara pemakaman simbolis, sebagaimana dilaporkan wartawan BBC di Jenewa, Imogen Foulkes.

    Hak atas foto Getty Images Image caption Sebuah kajian menunjukkan bahwa lebih dari 90% dari semua gletser di Pegunungan Alpen akan lenyap pada 2100 jika emisi gas rumah kaca tidak dipangkas.

    Warga setempat, kalangan pendaki, hingga pegiat lingkungan—sebagian di antara mereka memakai pakaian serba hitam—mendaki gunung untuk memberi penghormatan terakhir kepada sisa-sisa gletser yang berada pada ketinggian sekitar 2.700 meter di atas permukaan laut, dekat perbatasan Liechtenstein dan Austria.

    Dalam upcara tersebut, kata-kata sambutan berisi ucapan duka disampaikan seorang pendeta dan beberapa ilmuwan. Para pelayat juga membawa karangan bunga untuk mengenang gletser tersebut.

    Acara itu digelar oleh Persatuan Perlindungan Iklim Swiss (SACP), sebuah perkumpulan yang menyerukan penurunan emisi karbondioksida di Swiss ke taraf nol pada 2050.

    Acara pemakaman serupa diadakan di Islandia bulan lalu untuk memperingati Okjokull, gletser berusia 700 tahun yang dinyatakan ‘mati’ pada 2014.


    Artikel yang berjudul “Gletser Pizol: Warga Swiss gelar upacara pemakaman untuk lapisan es yang ‘wafat’ akibat pemanasan global” ini telah terbit pertama kali di:

    Sumber berita

    No comments