• Breaking News

    Ribuan turis dievakuasi dari pantai Barcelona setelah ditemukan bom seberat 70kg

    bom Image caption Bom, yang merupakan peninggalan Perang Saudara 1936-1939, akhirnya diledakkan pada kedalaman 45 meter, kata kepolisian setempat.

    Ribuan turis yang memadati pantai Sant Sebastia yang terkenal di Barcelona, Spanyol, harus dievakuasi setelah ditemukan bom seberat 70kg di dasar lautnya.

    Pantai tersebut, yang menarik jutaan turis tiap tahunnya, ditutup sementara, Senin (26/08), saat tim penjinak memindahkan bom itu ke lokasi yang jauh dari bibir pantai, sebelum diledakkan.

    Dalam operasi pemindahan bom jenis TNT, tim penjinak yang dipimpin oleh personil Angkatan Laut Spanyol, menggunakan jaring khusus untuk membawanya ke dasar laut yang lebih dalam.

    Bom, yang merupakan peninggalan Perang Saudara 1936-1939, akhirnya diledakkan pada kedalaman 45 meter, kata kepolisian setempat.

    Bom itu ditemukan oleh aparat kepolisian pada Minggu (25/08) di kedalaman 25 meter di dasar laut, tidak jauh dari bibir pantai tersebut.

    Hak atas foto Fox Photos/Getty Images Image caption Ketika Perang Saudara pada 1930an, Barcelona dihujani bom oleh Angkatan Udara Italia yang mendukung rezim Jenderal Francisco Franco, yang akhirnya memenangkan konflik bersenjata tersebut.

    Otoritas keamanan Barcelona memutuskan menutup sebagian ruas pantai itu, Senin (26/08), ketika dilakukan proses pemindahan dan peledakan bom tersebut.

    Menurut pemerintah kota Barcelona, ​​bom tersebut merupakan peninggalan Perang Saudara 1936-1939.

    Ketika itu, menurutnya, Barcelona dihujani bom oleh Angkatan Udara Italia yang mendukung rezim Jenderal Francisco Franco, yang akhirnya memenangkan konflik bersenjata tersebut.

    Setelah bom itu diledakkan, otoritas kota itu membuka lagi akses Pantai Sant Sebastia untu para turis yang tiap tahun bisa mencapai satu juta jiwa.

     


    Artikel yang berjudul “Ribuan turis dievakuasi dari pantai Barcelona setelah ditemukan bom seberat 70kg” ini telah terbit pertama kali di:

    Sumber berita

    No comments