• Breaking News

    PDIP: Kongres di Bali ‘tidak membahas’ regenerasi Megawati

    Megawati dalam konferensi pers di Kongres V PDIP, Bali (09/08/2019).Hak atas foto FIKRI YUSUF/Antarafoto Image caption Seluruh kader partai sepakat menyatakan bahwa keputusan mengenai penerus kepemimpinan PDIP ada di tangan Megawati.

    Kongres V PDIP akan berakhir Sabtu, (11/08), namun satu hari jelang penutupan, forum tidak mendiskusikan jabatan atau tugas khusus untuk calon pemegang tongkat estafet kepemimpinan Megawati Soekarnoputri.

    Meski Mega telah membantah bakal membuat posisi khusus demi regenerasi pucuk pimpinan di partainya, kebijakan itu masih berpeluang diambil sebelum penutupan kongres.

    Seluruh kader partai sepakat menyatakan, “keputusan ada di tangan Mega yang memiliki hak prerogatif terhadap masa depan PDIP.”

    Trah Soekarno disebut sebagai faktor penting yang harus dimiliki pengganti Mega yang menahkodai PDIP sejak 1999.

    Jika kriteria itu benar-benar diterapkan, hanya ada dua anak Mega yang memiliki hak istimewa tersebut: Prananda Prabowo dan Puan Maharani. Namun Puan menampik desas-desus tongkat estafet bakal diserahkan kepadanya.

    Rapat Paripurna IV yang berlangsung malam kemarin menjadi forum pembahasan sikap partai terhadap anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PDIP.

    Regulasi itu tak memuat jabatan wakil ketua umum atau ketua harian, dua posisi yang terus-menerus diisukan bakal dibentuk untuk menggembleng calon penerus Mega.

    Walau begitu, dua pemegang suara berkata kepada BBC News bahwa tak ada pembicaraan atau wacana memasukkan jabatan itu ke dalam AD/ART.

    Hak atas foto Antarafoto Image caption Puan Maharani (kiri) dan Prananda Prabowo (kanan) digadang-gadang sebagai penerus kepemimpinan PDIP karena trah Soekarno.

    “Regenerasi tidak dibahas dalam kongres ini,” kata Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto.

    Adapun Ketua DPC Kota Medan, Hasyim, menyebut ada tidaknya jabatan tersebut sangat tergantung pada Mega.

    Apapun yang diputuskan Mega, kata dia, seluruh kepengurusan dari tingkat dewan pimpinan pusat hingga dewan pimpinan anak cabang wajib menerima.

    “Dari kemarin belum ada pembahasan pembentukan jabatan baru seperti ketua harian, tapi kita tunggu apakah Bu Mega akan benar-benar membuatnya. Itu semua kembali ke ketua umum.,” ujar Hasyim.

    Saat dikonfirmasi, Puan pun menuturkan hal senada. Ia berkata, sejak hari pertama kongres, forum tidak membahas jabatan atau posisi apapun.

    Puan menyatakan, siasat regenerasi hingga penunjukkan pengurus baru sepenuhnya berada di tangan Mega. “Sebagai formatur tunggal Bu Mega punya hak prerogatif untuk menentukan kabinet kepengurusan,” tuturnya.

    BBC mengajukan pertanyaan tentang peluang memegang tongkat estafet kepemimpinan PDIP kepada Prananda Prabowo. Namun putra kedua Mega itu menolak menjawab.

    Hak atas foto Getty Images Image caption Trah Soekarno disebut menjadi salah satu pertimbangan kuat dalam memilih calon penerus Megawati.

    Sepanjang penyelenggaraan kongres kelima PDIP di Bali, tidak terdengar pernyataan atau sikap yang saling bertentangan di antara pemegang suara atau peserta. Seluruh forum tertutup untuk media, kecuali pembukaan dan penutupan kongres.

    Bambang Wuryanto, saat berbincang dengan BBC Indonesia, menyebut peserta kongres memang semestinya tidak membuat pernyataan terkait internal partai kepada publik.

    “Kalau saya pengamat, saya bisa bicara banyak, tapi karena saya kader partai, tentu saya tegak lurus ke ketua umum,” tuturnya.

    “Saya juga tidak bisa bicara tentang kriteria penerusnya. Dalam rapat partai, tentu kami bicara. Tapi kalau untuk konsumsi publik, kami tidak bisa berpendapat bebas,” kata Bambang.

    Trah Soekarno

    Bagaimanapun, menurut Hasyim, trah Soekarno semestinya menjadi salah satu pertimbangan memilih calon penerus Mega. Ia berkata, faktor itu berpengaruh kuat pada para pemilih dan persatuan beragam kelompok di internal PDIP.

    “Faktor trah itu penting karena PDIP punya pemilih tradisional yang sudah mengakar dan mereka tidak akan hilang. Trah Soekarno pemersatu kebesaran dan eksistensi PDIP,” ujar Hasyim.

    Pengumuman dan pelantikan kepengurusan baru di tingkat DPP PDIP akan digelar pada hari terakhir kongres, Sabtu ini. Bukan cuma posisi untuk Prananda dan Puan, jabatan sekretaris jenderal pun belum terang akan diserahkan Mega kepada siapa.

    Hasto Kristiyanto memegang jabatan nomor dua di PDIP itu selama periode 2015-2019. Dalam sejarah PDIP, tidak pernah ada satu kader yang menduduki posisi sekjen lebih dari satu periode.

    Sebelum Hasto, jabatan itu pernah dipegang Tjahjo Kumolo, Pramono Anung, dan Sutjipto Soedjono. Tjahjo dan Pramono kini merupakan menteri dalam Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo.


    Artikel yang berjudul “PDIP: Kongres di Bali ‘tidak membahas’ regenerasi Megawati” ini telah terbit pertama kali di:

    Sumber berita

    No comments