• Breaking News

    Kratom: tanaman obat atau obat terlarang? Sumber nafkah ratusan ribu petani di Kalimantan yang akan segera dilarang

    Kratom sudah lama dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat Indonesia sebagai apa yang disebut “obat ajaib” untuk segala penyakit, mulai dari kecanduan opioid, penghilang rasa sakit, hingga mengatasi kecemasan.

    Daun ini juga banyak digunakan di sejumlah negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia hingga Papua Nugini sejak berabad-abad lalu.

    Di Indonesia, tanaman ini banyak ditemukan di Kalimantan Barat dengan sekitar 300.000 petani menanam dan menjadi mata pencaharian yang menjanjikan.

    Simak juga:

    Tingginya permintaan ekspor membuat semakin banyak petani di Kalimantan kini berusaha mencari mata pencaharian lewat daun kratom. Mereka beralih dari menanam karet dan kelapa sawit, menjadi petani kratom.

    Kratom bahkan cukup populer di Amerika Serikat dan terlihat dari menjamurnya bar kratom di berbagai kota di AS.

    Namun di sisi lain, kratom memang punya fungsi menenangkan dan menghilangkan rasa sakit. Bahan aktif utama kratom adalah alkaloid mitraginin dan 7-hydroxymitragynine yang terbukti dapat memberikan efek analgesik, antiinflamasi, dan pelemas otot.

    Kandungan mitraginin yang tinggi dalam kratom, membuat Badan Narkotika Nasional memasukkan tanaman ini dalam golongan I narkotika.

    Lalu, bagaimana nasib kratom ke depannya? BBC News Indonesia pergi ke Sintang, Kalimantan Barat untuk mencari tahu lebih dalam soal kratom.

    Video produksi: Mehulika Sitepu dan Dwiki Marta


    Artikel yang berjudul “Kratom: tanaman obat atau obat terlarang? Sumber nafkah ratusan ribu petani di Kalimantan yang akan segera dilarang” ini telah terbit pertama kali di:

    Sumber berita

    No comments