• Breaking News

    Iklan buku The Vagina Bible diblokir media sosial karena dianggap ‘jorok’ dan digolongkan ‘produk untuk dewasa’

    Buku The Vagina Bible bertujuan membongkar mitos dan mendidik perempuan tentang kesehatan vagina.Hak atas foto Kensington Publishing Corp Image caption Buku The Vagina Bible bertujuan membongkar mitos dan mendidik perempuan tentang kesehatan vagina.

    Twitter, Facebook dan Instagram memblokir iklan sebuah buku yang ditulis seorang dokter tentang kesehatan vagina.

    Berbagai status di media sosial yang menggunakan kata ‘vagina’ dalam mempromosikan buku ini diblokir, sementara penggunaan kata lain diperbolehkan.

    “Kami tidak mengambil tindakan apapun terhadap Cuitan Berbayar dari akun tersebut terkait acuan ke alat kelamin, karena hal itu diperbolehkan menurut aturan kami,” kata juru bicara Twitter.

    “Pemblokiran terhadap unggahan status disebabkan oleh gabungan dari faktor kesalahan manusia dan pelanggaran (ketentuan), termasuk penggunaan kata jorok dan promosi produk untuk dewasa.”

    Sementara Facebook menyatakan sedang menyelidiki hal ini.

    Cuitan yang awalnya diblokir akhirnya diperbolehkan, sementara status Facebook yang menggunakan kata ‘vagina’ diperbolehkan.

    Hak atas foto Facebook Image caption Iklan yang ditolak oleh Facebook, dan yang disetujui sesudah kalimat yang mengandung kata ‘vagina’ diubah.

    Penulis buku ini, Dr. Jennifer Gunter bercuit “Vagina adalah istilah anatomis, bukan kata-kata “jorok” dan cuitan ini dibagikan ribuan kali oleh para pengguna seraya mengkritik kebijakan platform media sosial Twitter.

    Penerbit Kensington Books asal Amerika yang menerbitkan buku ini mengatakan cuitan berbayar mereka disebut Twitter sebagai “mempromosikan produk dan layanan jasa seks untuk dewasa” dan “penggunaan bahasa yang tidak pantas”.

    Menurut penerbit Kensington, Salah satu iklan yang ditolak Facebook berbunyi: “Dr. Jen Gunter diwawancara oleh Teen Vogue untuk menjawab pertanyaan tentang ‘kesehatan vagina”.

    Iklan itu kemudian diedit menjadi “segala hal yang perlu kamu ketahui tentang kesehatan vagina” dan kembali mengalami penolakan. Namun ketiga kata ‘vagina’ dihilangkan, barulah disetujui.

    Hak atas foto Facebook Image caption Atas: iklan yang ditolak. Bawah: iklan yang diterima Facebook sesudah judul bukuThe Vagina Bible dibuang.

    Cuitan lain yang memasukkan sigkatan OBGYN (obstetrician-gynaecologist) dan kata-kata jorok, disetujui ketika kata OBGYN dicabut.

    Sementara itu, Vagina Museum yang berada di Inggris memperlihatkan kepada BBC News tangkapan gambar status Facebook yang ditolak lantaran dianggap terhubung ke “situs seks” dan mempromosikan “produk atau layanan untuk dewasa”.

    Menurut Vagina Museum yang dibuka tahun ini, mereka berniat untuk memerangi “stigma terhadap vagina dan vulva” dengan cara melakukan pendidikan publik.

    Dr. Gunter, yang bukunya dimaksudkan untuk mendidik perempuan tentang kesehatan vagina, mengatakan kepada BBC News adalah “konyol” bahwa penerbitnya tidak bisa “memasang iklan untuk sebuah buku tentang vagina dan menyebut kata vagina”.

    Hak atas foto Kensington Publishing Corps Image caption Dr. Jennifer Gunter adalah seorang ahli kandungan – obstetrician-gynaecologist – dan seorang yang rajin berkampanye soal kesehatan perempuan.

    “Setiap kata yang ada dalam kamus medis harus bisa digunakan di mana saja. Itu adalah istilah anatomi yang sah. Ketika kita tak bisa menyebutkan satu kata, akibatnya memalukan. Itu adalah sisa-sisa patriarki dan saya muak dengannya,” kata Dr. Gunter.

    Banyak yang mengkritik Twitter karena menolak iklan itu, menyatakan penolakan itu “menyamakan anatomi perempuan dengan pornografi” dan memperkuat tabu sosial terhadap tubuh perempuan.

    Dr. Jessica Eaton, ahli psikologi bercuit tentang pengalamannya sebagai guru pendidikan seks dan keengganan untuk mengatakan ‘vagina’ di dalam kelas sementara tak ada masalah ketika bicara ‘penis’.

    Lompati Twitter pesan oleh @Jessicae13Eaton

    Thread

    One time in 2017 when I was teaching teachers how to deliver good sex ed in schools, at the beginning of the course, the headteacher came to me & said ‘We had a meeting and we all agreed that we will say ‘penis’ but none of us are comfortable saying ‘vagina’ in lessons.’

    — Dr. Jessica Eaton (@Jessicae13Eaton) 28 Agustus 2019

    Hentikan Twitter pesan oleh @Jessicae13Eaton

    “Vagina adalah kata-kata ilmiah, bukan kata-kata jorok. Pisahkan antara fakta dan fiksi!” cuit seorang pengguna.

    Kami sendiri bertanya-tanya, apakah unggahan berita ini ke laman Facebook BBC Indonesia mengalami pemblokiran?


    Artikel yang berjudul “Iklan buku The Vagina Bible diblokir media sosial karena dianggap ‘jorok’ dan digolongkan ‘produk untuk dewasa'” ini telah terbit pertama kali di:

    Sumber berita

    No comments