• Breaking News

    Demonstrasi Hong Kong: Polisi tembakkan peluru tajam dan semprotkan meriam air ke demonstran

    hong kongHak atas foto Reuters Image caption Sejumlah polisi Hong Kong mengarahkan senjata api mereka kepada demonstran.

    Untuk pertama kalinya aparat Hong Kong menggunakan peluru tajam sejak unjuk rasa berlangsung Juni lalu, ketika seorang polisi melepaskan tembakan dalam demonstrasi, Minggu (25/08).

    Rangkaian foto memperlihatkan sejumlah polisi lainnya menodongkan senjata api ke arah demonstran yang menyerang mereka menggunakan pentungan dan tiang.

    Dalam demonstrasi tersebut, polisi juga pertama kalinya menyemprotkan meriam air terhadap para pengunjuk rasa.

    Aksi protes dimulai di Distrik Tsuen Wan dan menyebar ke Distrik Tsim Sha Tsui.

    Kepolisian Hong Kong mengatakan sebanyak 36 orang telah ditangkap, antara lain seorang bocah berusia 12 tahun.

    Belakangan kepada media setempat, kepolisian menyatakan tembakan senjata api dilepaskan sebagai peringatan kepada para pengunjuk rasa. Saat itu, sejumlah polisi dibawa ke rumah sakit akibat bentrokan.

    Pada Senin (26/08) kepolisian mengaku sebanyak enam personel mencabut pistol mereka dan seorang di antara mereka melepaskan tembakan peringatan ke udara.

    Hak atas foto Reuters Image caption Kepolisian mengatakan meriam air dipakai dalam “kericuhan publik berskala besar”.

    Pejabat kepolisian, Leung Kwok-wing, tidak menyebutkan ke mana tembakan diarahkan. Namun, dia berkata kepada harian SCMP bahwa tembakan dilepaskan karena nyawa para polisi berada “dalam ancaman”.

    Saat peristiwa itu terjadi, seorang pria tua tampak berlutut sembari memohon kepada polisi agar tidak menembak.

    Sebelum bentrok berlangsung, para pengunjuk rasa yang memakai masker hitam melempar berbagai benda ke arah polisi, termasuk batu bata dan bom Molotov.

    Polisi juga menembakkan peluru karet dan gas air mata. Mereka pun memakai dua kendaraan meriam air untuk menerobos barikade dan membubarkan kerumunan massa.

    Hak atas foto Reuters Image caption Para pengunjuk rasa melempar berbagai benda ke arah polisi, termasuk batu bata dan bom Molotov.

    Kendaraan-kendaraan itu dilengkapi menara pengintai dan beberapa moncong meriam air. Kepolisian mengatakan mereka hanya akan memakai peralatan itu dalam “kericuhan publik berskala besar”.

    Awal bulan ini, kelompok Amnesty International mewanti-wanti meriam air bisa menyebabkan cedera serius dan menimbulkan ketegangan lanjutan.

    Para pegiat mengkritik aksi polisi yang disebut bersikap represif dalam demonstrasi-demonstrasi di Hong Kong.

    Maria Tam Wai-chu, deputi direktur Komite Hukum Dasar SAR Hong Kong, mengatakan dalam sebuah seminar di China selatan”: Para prajurit yang ditempatkan di Hong Kong bukan barisan jerami yang hanya berada di dalam barak, mereka dalah bagian penting dari ‘satu negara, dua sistem’.”

    Hak atas foto Reuters Image caption Para pegiat mengkritik aksi polisi yang disebut bersikap represif dalam demonstrasi-demonstrasi di Hong Kong.

    Artikel yang berjudul “Demonstrasi Hong Kong: Polisi tembakkan peluru tajam dan semprotkan meriam air ke demonstran” ini telah terbit pertama kali di:

    Sumber berita

    No comments