• Breaking News

    Ulasan film Midsommar: Horor menyilaukan di siang bolong

    MidsommarHak atas foto A24

    Sebagai anak-anak, kita percaya kegelapan adalah musuh kita dan cahaya pagi, ketika ia akhirnya tiba, adalah teman kita.

    Bagi kebanyakan dari kita, konsep ini terus berlanjut hingga dewasa berkat film-film horor yang diproduksi Hollywood. Lebih dari seratus tahun yang mengerikan, monster, entah itu vampir, iblis atau hantu, selalu sembunyi di balik bayang-bayang, dan bahkan jika makhluk-makhluk ini tidak membuat Anda tetap terjaga di malam hari, Freddy Krueger akan mendatangi Anda di dalam mimpi.

    Namun, apa yang terjadi jika rasa takut itu salah tempat dan sesuatu yang menyeramkan datang ketika matahari masih tinggi? Hasilnya berpotensi bisa menjadi lebih mengerikan.

    Musim panas ini, sutradara Ari Aster menyodorkan penggemar film horor ke dalam cahaya dari sinar matahari yang menyilaukan tanpa henti dalam film keduanya, Midsommar.

    Berlatar belakang momen ketika titik balik matahari pada saat musim panas, film yang menjadi tindak lanjut dari film horor debut Ari Aster, Hereditary, yang sama-sama menegangkan, menampilkan sekelompok anak muda Amerika Serikat berusia dua puluhan tahun. Mereka mengunjungi festival pagan di Swedia dan terjerat dalam ritual berbahaya.

    Teror dalam film ini diperparah dengan latar belakang sinar matahari yang menyilaukan yang melanda sebagian besar Skandinavia dan daerah Kutub Utara lainnya pada bulan Juni. Melalui pengambilan adegan menegangkan di Midsommar pada siang hari, Aster menumbangkan paradigma film horor dengan menyerang ‘ruang aman’ yang biasanya disediakan oleh cahaya.

    Film-film horor cenderung membuat janji yang tak terucapkan dengan penonton, yang menunjukkan bahwa mereka tidak perlu takut selama kamera tetap dalam cahaya.

    Aster sengaja melanggar janji itu di Midsommar. Dan dia bukan satu-satunya pembuat film yang melakukannya. Berlawanan dengan kepercayaan populer, beberapa adegan paling menakutkan yang pernah dilakukan dalam film-film horor acapkali bermain dengan gagasan ‘horor siang hari’.

    Tetapi apa yang paling spesial tentang ketakutan yang diterangi matahari yang dapat membuatnya begitu efektif?

    Hak atas foto A24 Image caption Midsummer menampilkan sekelompok anak mudia Amerika usia berusia dua puluhan tahun yang mengunjungi festival pagan di Swedia dan terjerat dalam ritual berbahaya

    “Kita cenderung menjadi kurang paranoid ketika film-film horor beralih ke siang hari, membuat kita semakin rentan,” kata Dr Bernice Murphy dari Trinity College Dublin.

    Murphy berkata, “jika Anda sendirian di rumah tua yang gelap, Anda selalu dapat menemukan setidaknya beberapa tempat perlindungan dalam cahaya lilin yang nyaman atau lampu listrik, tetapi tidak ada jalan keluar seperti itu ketika horor menyerang pada siang hari yang cerah.”

    Terlebih lagi, ketika hal-hal buruk terjadi di siang hari, hanya ada rasa ‘salah’ yang lebih mendalam, kata Murphy.

    Sebagai contoh, banyak adegan paling menakutkan dalam film Halloween karya John Carpenter terjadi cukup awal dalam film ketika Michael Myers mengintai di tengah-tengah pagar tanaman yang tenang dan jalan-jalan di pinggiran kota Midwestern, tanpa disadari oleh semua orang selain Laurie.

    Pembunuhan di hari yang cerah

    Jonathan Barkan, pakar film horor dan pemimpin redaksi situs web Dread Central, mengatakan kepada BBC Culture bahwa dia memuji para sutradara yang ‘bersedia menyajikan teror mereka pada siang hari’. Beberapa di antara mereka adalah Tobe Hooper yang menyutradarai film horor klasik Texas Chain Saw Massacre dekade 1970-an, menjadi subgenre dari horor ini.

    Bagi banyak penggemar, upaya melarikan diri yang dilakukan Sally pada saat fajar pada saat film mencapai klimaks adalah momen yang paling abadi, namun bagi Barkan, adegan awal di film itu, pada kenyataannya, yang mewakili gagasan ‘horor siang hari’ pada saat paling tepat.

    Namun, setelah pacarnya dibunuh oleh Leatherface, Pam yang naas berjalan menuju rumah Sawyer untuk mencarinya

    Hak atas foto Texas Chain Saw Massacre Image caption Film Texas Chain Saw Massacre garapan tahun 1974 menjadi salah satu contoh ‘horor siang hari’

    “Jika adegan itu diambil di luar konteks, itu sebenarnya cukup indah,” kata Barkan.

    “Seorang perempuan cantik dengan kulit yang mulus berjalan menuju rumah yang indah, sudut kameranya yang rendah menangkap langit biru yang cerah dengan awan mengambang di udara.”

    Namun, mengingat apa yang kita ketahui tentang bahaya yang menunggu Pam di dalam rumah, itu tak lama sebelum “keindahan siang hari yang cerah menjadi kobaran bahaya yang akan datang,” mengingatkan mengingatkan kita bahwa monster dapat menyerang bahkan dalam latar belakang yang paling indah.

    Ada beberapa film-film ‘horor siang hari’, mulai dari Deliverance, di mana perjalanan empat lelaki yang indah terganggu oleh penduduk setempat yang sadis, hingga film I Spit on Your Grave dan tentu saja, Jaws, ketika para pengunjung pantai dari Amity diteror oleh hiu putih besar yang ikonik.

    Dan kemudian ada film-film yang berisi adegan-adegan yang sangat menakutkan yang ditekankan oleh pencahayaan yang baik: pikirkan momen dalam The Innocents karya Jack Clayton, di mana hantu pengasuh yang sudah meninggal, Miss Jessel, muncul di tepi danau, atau dalam film Zodiac karya David Fincher, ketika satu pasangan dibunuh oleh sang pembunuh sambil menikmati piknik.

    Tetapi sementara para sutradara film horor bermain-main dengan gagasan ketakutan akan sinar matahari selama beberapa dekade, sutradara Midsommar, Ari Aster, adalah orang pertama yang mengambil horor siang hari ke sisi ekstrim logisnya dengan menciptakan ketakutan yang disulut oleh sinar matahari sepanjang hari.

    Hak atas foto A24 Image caption Sutradara Midsommar, Ari Aster, adalah orang pertama yang mengambil horor siang hari ke sisi ekstrim logisnya dengan menciptakan ketakutan yang disulut oleh sinar matahari sepanjang hari.

    Film-film paling terkenal yang sebelumnya berlangsung di bawah ‘matahari tengah malam’ di Kutub Utara adalah film thriller Norwegia Insomnia dan film daur ulangnya oleh Hollywood, yang keduanya berpusat pada seorang detektif yang berusaha menangkap seorang pembunuh sementara semakin terkoyak oleh cahaya siang yang menusuk.

    Musim panas yang menegangkan

    Tetapi Aster memiliki hal-hal yang lebih menyeramkan di benaknya daripada sekadar disorientasi.

    Memang, dengan ritual musim panas yang aneh dan suasana psikedelik layaknya mimpi, filmnya menyerupai film “horor siang hari” yang melegenda: The Wicker Man yang dibuat tahun 1973.

    Meskipun film karya Robin Hardy ini memungkinkan malam merayap sedikit lebih daripada Midsommar, kedua film membuat sesuatu yang menyeramkan pada musim panas, dan menyimpan momen paling menakutkan untuk siang hari.

    Legenda titik balik matahari musim panas mengatakan bahwa pada malam istimewa ini, anjing laut berubah menjadi manusia dan sapi mendapatkan kemampuan untuk berbicara

    Dilihat dari cerita rakyatnya, bagaimanapun, musim panas jauh dari musim yang jinak.

    Legenda titik balik matahari musim panas mengatakan bahwa pada malam istimewa ini ketika batas-batas antara dunia tipis, anjing laut berubah menjadi manusia dan sapi mendapatkan kemampuan berbicara, setidaknya, menurut tradisi Islandia.

    Sementara berabad-abad yang lalu, itu adalah masa ketika orang Viking konon menggantung mayat di pohon sebagai hadiah pengorbanan bagi para dewa.

    Dan dalam kehidupan nyata, mudah untuk melihat bagaimana sinar matahari tanpa henti dari hari-hari yang tampaknya bertahan selamanya dapat mengganggu ketenangan orang.

    Memang, selain dari kerusakan yang disebabkan oleh sinar ultra violet pada kulit kita, para psikolog menemukan bahwa sinar matahari juga dapat memperburuk gejala penyakit mental tertentu. Kita tidak hanya berbicara tentang mereka yang menderita heliophobia, yang merupakan ketakutan akan matahari itu sendiri.

    Dalam sebuah makalah tahun lalu, psikolog Korea Chul-Hyun Cho dan Heon-Jeong Lee menyelidiki apa yang disebut fenomena ‘mania musim semi’: fakta statistik menunjukkan bahwa orang yang didiagnosis dengan gangguan suasana hati melaporkan lebih banyak episode manik setelah matahari kembali pada musim semi.

    Hak atas foto A24 Image caption Midsommar bukan hanya merongrong konvensi – tetapi juga memutarbalikkan kecemasan yang dapat dipicu oleh apa yang disebut ‘siang hari berlebihan’

    Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa banyak penelitian menunjukkan tingkat bunuh diri memuncak pada waktu itu juga, mungkin karena ketidaksejajaran antara ritme sirkadian internal yang mengatur tidur kita dan siklus perilaku 24 jam yang dipaksakan oleh masyarakat pada kita.

    Penulis sains Jessa Gamble mengatakan kepada saya bahwa saat tinggal di bawah matahari tengah malam dapat menjadi pengalaman positif bagi sebagian orang yang hidup di lingkungan Kutub Utara, namun bagi banyak orang lain justru sebaliknya.

    “Selalu menarik bagi saya bahwa, sementara ada banyak perhatian yang dibayarkan terhadap depresi musiman di musim dingin, sisi buruknya yang tidak diketahui adalah bahwa hari-hari musim panas yang panjang sering dapat memicu mania.”

    Tetapi itu adalah sesuatu yang Aster jelas sadari. Filmnya bukan hanya merongrong konvensi – tetapi juga memutarbalikkan kecemasan yang dapat dipicu oleh apa yang disebut ‘siang hari berlebihan’.

    Mungkin alasan mengapa tidak ada lagi ‘horor siang hari’ adalah karena itu membuat teror terasa terlalu nyata.

    Jadi mengapa perlu waktu lama bagi seseorang seperti Aster untuk mengatasi fenomena ini secara langsung dengan ngeri?

    Mengingat betapa banyak potensi yang ada untuk menemukan ketakutan di bawah sinar matahari, itu mengejutkan bahwa film yang lebih menakutkan tidak mendorong balik bayangan untuk mengeksploitasi horor siang hari dengan cara ini.

    Mungkin alasannya adalah karena itu membuat teror terasa terlalu nyata.

    Bagaimanapun, sementara monster dongeng bersembunyi di bawah tempat tidur dan menunggu dalam kegelapan, kengerian kehidupan nyata jauh lebih menakutkan daripada hantu biasa yang sering terjadi, tanpa pandang bulu, pada jam-jam sebelum malam tiba.

    Seperti yang dikatakan Phil Nobile Jr, pemimpin redaksi majalah horor, Fangoria, “horor di siang hari bolong sangat efektif karena jauh lebih menyenangkan…itu adalah tempat Anda telah melihat sebagian besar trauma pribadi Anda.”

    Dari pemakaman hingga penembakan di sekolah dan bahkan serangan teroris seperti 9/11, “skema penerangan yang terang dan dangkal telah menjadi latar belakang bagi hampir semua kengerian kehidupan nyata yang Anda atau saya alami,” katanya.

    “Itu disebut ‘cahaya yang keras hari ini’ karena suatu alasan.

    Midsommar akan tayang di Indonesia pada Agustus mendatang.

    Anda bisa membaca versi bahasa Inggris dari tulisan ini, Midsommar and the blinding terror of ‘daylight horor’ di laman BBC Culture


    Artikel yang berjudul “Ulasan film Midsommar: Horor menyilaukan di siang bolong” ini telah terbit pertama kali di:

    Sumber berita

    No comments