• Breaking News

    Turki menangkap lebih dari 100 orang, sebagian besar tentara, dalam kasus kudeta gagal 2016

    Kudeta gagal pada tahun 2016 menewaskan ratusan orang di Turki.Hak atas foto EPA Image caption Kudeta gagal pada tahun 2016 menewaskan ratusan orang di Turki.

    Polisi Turki telah melakukan penangkapan kepada lebih dari 100 orang di seluruh negeri, sebagai bagian dari penggerebekan terbaru terhadap orang-orang yang diduga terkait dengan kudeta gagal yang terjadi pada tahun 2016.

    Jaksa penuntut umum telah mengeluarkan surat penangkapan kepada paling tidak 80 orang anggota militer.

    Jaksa di kota Ankara, Istanbul, Konya dan Izmir mengeluarkan surat tersebut kepada para terduga, termasuk tentara yang sebagian masih aktif, sebagian lagi sudah diberhentikan, lapor kantor berita Anadolu.

    Pemerintah Turki telah memenjarakan puluhan ribu orang terkait usaha kudeta yang mereka pandang dilakukan oleh ulama Muslim Fethullah Gulen yang tinggal di Amerika Serikat.

    Pemerintah Turki meyakini anggota jaringan Gulen menggunakan telepon umum untuk “menghubungi para terduga pelaku”, lapor Anadolu.

    Gulen telah menyangkal dirinya terlibat.

    Hak atas foto EPA Image caption Pendukung ulama Gulen ‘menggunakan telepon umum’ untuk menghubungi para terduga pelaku.

    Lebih dari 140.000 pegawai negeri diberhentikan karena operasi yang sedang berlangsung.

    Para pengecam mengatakan “tindakan ini dipakai President Recep Tayyip Erdogan untuk membungkam perlawanan”.

    Ankara menegaskan setiap kasus ditangani dan pihak-pihak yang dirugikan secara tidak adil akan dibebaskan, meskipun proses penyampaian keberatan berjalan lambat dan hanya tercatat sedikit kemajuan.

    Pemerintah Turki mengatakan pihak Barat terlalu memusatkan perhatian pada operasi dan tidak terhadap usaha kudeta itu sendiri yang menewaskan lebih dari 260 orang dan “telah sangat melukai negara”.


    Artikel yang berjudul “Turki menangkap lebih dari 100 orang, sebagian besar tentara, dalam kasus kudeta gagal 2016” ini telah terbit pertama kali di:

    Sumber berita

    No comments