• Breaking News

    Kawasan wisata Gunung Tangkuban Parahu ditutup sementara, waspada erupsi susulan

    Rrupsi Gunung Tangkuban ParahuHak atas foto ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi Image caption Warga mengabadikan erupsi Gunung Tangkuban Parahu yang tampak dari Mekarwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (26/07)

    Kawasan wisata Gunung Tangkuban Parahu ditutup sementara pascaerupsi yang terjadi pada Jumat (26/07), letusan pertama yang terjadi sejak 2013 silam.

    Pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), hingga Sabtu (27/07) siang, letusan gunung sudah mulai mereda, namun masyarakat masih diminta waspada adanya erupsi susulan.

    Pengelola Kawasan Wisata telah menutup wilayah wisata gunung yang berada di wilayah administrasi Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat.

    Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG, Gede Suantika, menginformasikan wilayah yang terdampak sekitar radius 500 meter dari kawah.

    “Jadi radius 500 meter dari kawah tidak boleh ada aktivitas dulu sampai letusannya benar-benar berhenti,” ujar Gede kepada BBC News Indonesia, Sabtu (27/07).

    PVMBG menginformasikan erupsi susulan dapat saja terjadi dengan potensi erupsi melanda sekitar dasar kawah. Maka dari itu, PVMBG mengimbau pemerintah daerah setempat untuk menutup sementara kawasan wisata Gunung Tangkuban Parahu.

    “Kalau ini besok mulai berhenti [meletus] ya sudah, aman sudah,” cetus Gede.

    Hingga kini, PVMBG masih menetapkan status Gunung Tangkuban Parahu berada pada Level I (normal). Namun masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu dan pengunjung, wisatawan, serta pendaki tidak diperbolehkan turun mendekati dasar kawah Ratu dan Kawah Upas.

    Gede juga mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata untuk mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.

    Gunung Tangkuban Parahu di Jawa Barat meletus Jumat (26/07), pertama sejak 2013 dan masyarakat diminta untuk menjaga jarak sekitar 1,5 kilometer dari kawah dan mewaspadai “letusan tiba-tiba.”

    Hak atas foto Antara Image caption Aktivitas Tangkuban Parahu sudah mulai sejak 21 Juli dengan 425 kali gempa hembusan.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga kini tidak ada informasi mengenai korban jiwa maupun luka-luka serius pascaerupsi. Namun, 15 wisatawan mengalami sesak napas dan dievakuasi.

    Pelaksana harian Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo menginformasikan aparat pemerintah telah mengevakuasi pendaki dan pengunjung yang berada di kawasan wisata gunung.

    “Siapa pun tidak diperbolehkan untuk menginap di dalam kawasan kawah aktif,” ujar Agus dalam keterangan tertulis.

    Hak atas foto Antara Image caption Petugas mencatat aktivitas Tangkuban Parahu.

    “Untuk mengantisipasi risiko yang lebih buruk, BPBD setempat mengimbau siapa pun untuk memasuki radius 2 km dari kawah gunung, sedangkan lokasi pemukiman berjarak kurang lebih 7 km dari kawah,” lanjutnya.

    Letusan Gunung Tangkuban Parahu bersifat freatik, yaitu berupa semburan lumpur dingin warna hitam dari Kawah Ratu. Kolom abu teramati dengan ketinggian kurang lebih 200 m di atas puncak.

    Asap tebal warna kelabu tebal dan abu mengarah ke Timur – Utara – Selatan. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi 5 menit 30 detik.

    Hak atas foto ANTARA FOTO/Dok PVMBG Image caption Gunung Tangkuban Parahu mengalami erupsi dengan mengeluarkan kolom abu setinggi kurang lebih 200 meter di atas puncak.

    PVMBG melansir bahwa sebelumnya pada Oktober 2013 landaan erupsi terjadi hanya di dalam lubang kawah.

    Di sisi lain, pada 2017, 2018, 2019 pada Juni hingga Juli terpantau gempa uap air atau asap yang diduga dikarenakan berkurangnya air tanah akibat perubahan musim.

    Kondisi ini mengakibatkan air tanah yang ada mudah terpanaskan dan sifatnya erupsi pendek. PVMBG telah menyampaikan peringatan kepada pengelola kawasan sejak 10 hari lalu terkait dengan kondisi yang mungkin terjadi.

    Hal tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan apabila terjadi erupsi, seperti pada Oktober 2013 dan diikuti peringatan kemungkinan erupsi yang terjadi secara tiba-tiba.


    Artikel yang berjudul “Kawasan wisata Gunung Tangkuban Parahu ditutup sementara, waspada erupsi susulan” ini telah terbit pertama kali di:

    Sumber berita

    No comments