• Breaking News

    Bahar bin Smith divonis tiga tahun penjara, terbukti melakukan penganiayaan

    Bahar bin SmithHak atas foto NOVRIAN ARBI/ANTARA FOTO

    Bahar bin Smith, pria yang dipanggil dengan julukan habib oleh pengikutnya, divonis hukuman penjara tiga tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider satu bulan, karena terbukti bersalah melakukan penganiayaan.

    Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung membacakan putusannya dalam sidang yang dijaga ketat aparat keamanan dan dihadiri ratusan orang pendukungnya, Selasa (08/07).

    Tuntutan ini lebih rendah dari tuntutan enam tahun pidana penjara yang diajukan jaksa.

    Selama mengikuti pembacaan dakwaan, Bahar tampil dengan ciri khasnya, yaitu membiarkan rambut kuning keemasannya tetap tergerai, seperti dilaporkan wartawan di Bandung, Julia Alazka untuk BBC News Indonesia.

    Dia juga mengenakan gamis krem, bersarung biru, serta berpeci putih. Tubuhnya dibungkus menggunakan sorban bermotif

    Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor menuntut terdakwa kasus dugaan penganiayaan, Bahar bin Smith, dengan enam tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan.

    Ketua JPU, Purwanto Joko Irianto, menuduh Bahar bin Smith “melakukan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan luka berat dan melakukan kekerasan pada anak yang mengakibatkan luka berat.”

    Selama pembacaan vonis, penjagaan ketat diberlakukan di sekitar gedung Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, yang jadi tempat sidang, antara lain dengan dipagari jawat berduri.

    Lebih dari 1,000 personil kepolisian Polrestabes Bandung dibantu Polda Jabar mengamankan prose persidangan. Sejumlah personil tim buru sergap Polrestabes Bandung juga disiagakan di ruang sidang.

    Hak atas foto BBC News Indonesia/ Julia Alazka

    Polisi menyeleksi dan memeriksa dengan ketat pengunjung sidang, termasuk wartawan. Metal detector dipasang di pintu masuk gedung. Kendaraan taktis juga disiapkan.

    Sementara, ratusan orang massa pendukung Bahar Smith tampak berkumpul di depan gedung dengan membawa spanduk bertuliskan dukungan.

    Massa pendukung Bahar datang dari berbagai daerah, seperti Tangerang dan Cianjur, yang sebagian diantaranya dalah pelajar atau santri berusia belia.

    Kronologi kasus Bahar bin Smith

    Kasus penganiayaan anak menjerat Bahar setelah orangtua korban melaporkan penceramah asal Medan ini ke Polres Bogor.

    Selain kasus kekerasan terhadap dua orang, Bahar juga menghadapi perkara ujaran kebencian kepada Presiden Joko Widodo..

    Hak atas foto ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA Image caption Bahar ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan di Polda Jabar pada Selasa (18/12) terkait kasus penganiayaan terhadap Cahya Abdul Jabar (18) dan Muhammad Khoerul Umam Al Muzaki.

    Penganiayaan itu diduga terjadi pada awal Desember 2018 di Pesantren Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Bahar ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan di Polda Jabar pada Selasa (18/12) terkait kasus penganiayaan terhadap Cahya Abdul Jabar (18) dan Muhammad Khoerul Umam Al Muzaki.

    Selain kasus ini, Bahar juga menghadapi perkara ujaran kebencian kepada Presiden Joko Widodo..

    Ia dilaporkan setelah dalam salah satu ceramahnya di Palembang, Sumatera Selatan, antara lain mengucapkan bahwa Presiden Jokowi adalah ‘banci,’ yang ‘kalau dibuka celananya…” akan terlihat bahwa ia ‘mungkin sedang haid…’

    Dalam ceramah itu, Bahar juga mengatakan, Jokowi hanya menguntungkan orang keturunan Cina.

    Kasus ini dilaporkan ke polisi oleh Jokowi Mania (Joman) dan Cyber Indonesia dengan tuduhan ujaran kebencian dan penghinaan pada simbol negara.

    Namun, kepala Divisi Hukum Persaudaraan Alumni (PA) 212. Damai Hari Lubis berpendapat ceramah Bahar Smith sebagai kritik dan bentuk kebebasan berpendapat.

    Politisi Gerindra, Fadli Zon juga sempat berkomentar terkait penahanan Bahar Smith yang disebutnya sebagai bukti kriminalisasi ulama.

    Namun polisi menyatakan memiliki alat bukti yang kuat. Selain sejumlah video yang merekam tindak penganiayaan, juga visum dan keterangan saksi korban.

    Dalam kasus ini, polisi menetapkan lima tersangka lainnya yaitu berinisial BA, AG, HA, HDI, SG.


    Artikel yang berjudul “Bahar bin Smith divonis tiga tahun penjara, terbukti melakukan penganiayaan” ini telah terbit pertama kali di:

    Sumber berita

    No comments