• Breaking News

    Arswendo Atmowiloto, penulis dan wartawan senior, tutup usia

    Arswendo AtmowilotoHak atas foto TRIBUNNEWS/HERUDIN Image caption Dikenal sebagai wartawan senior, Arswendo pernah menjadi jurnalis harian Kompas dan pemimpin redaksi majalah remaja Hai, tabloid Monitor dan Senang.

    Penulis dan wartawan senior, Arswendo Atmowiloto, meninggal dunia karena sakit, sekitar pukul 17.38 WIB, Jumat (19/07) di rumahnya di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

    Sejumlah laporan dan informasi dari keluarganya menyebutkan Arswendo sebelumnya sakit kanker prostat dan sempat dirawat di rumah sakit di Jakarta.

    “Telah berpulang ke rumah Bapa di surga, bapak/mbah kakung kami tersayang Paulus Arswendo Atmowiloto, pukul 17.38 WIB,” demikian pesan tertulis putrinya, Caecilia Tiara, yang beredar di grup pesan singkat.

    Pada Jumat malam, Jenazah Arswendo disemayamkan di rumah duka di Petukangan Selatan, demikian keterangan tertulis keluarganya.

    Misa Requiem sekaligus pelepasan jenazah akan dilaksanakan di Gereja ST. Matius Penginjil, Paroki Bintaro, Pondok Aren pada Sabtu (20/07).

    Disebutkan, selesai misa, jenazah akan dibawa ke tempat peristirahatan terakhir di Sandiego Hill, Karawang, Jaw Barat.

    Dikenal sebagai wartawan senior, Arswendo pernah menjadi jurnalis harian Kompas dan pemimpin redaksi majalah remaja Hai, tabloid Monitor dan Senang.

    Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, 26 November 1948 ini, juga disebut sebagai penulis produktif. Dia disebutkan menulis lebih dari 40 buku.

    Dipenjara karena jajak pendapat

    Beberapa karya tulisnya yang dituangkan ke dalam buku, seperti Keluarga Cemara, Kawinnya Juminten, Serangan Fajar, diangkat ke layar lebar.

    Buku-buku karya Arswendo lainnya yang disebut terlaris adalah Senopati Pamungkas dan Canting.

    Dia juga menulis buku Mengarang itu Gampang, yang menjadi buku rujukan ketika kali pertama diterbitkan.

    Nama Arswendo sempat menjadi sorotan, ketika pada 1990, saat menjadi pemimpin redaksi tabloid Monitor, dia diadili dan dipenjara karena membuat jajak pendapat tentang siapa yang menjadi tokoh versi pembaca.

    Dalam jajak pendapat itu, Arswendo disebutkan terpilih menjadi tokoh nomor 10, satu tingkat di atas Nabi Muhammad yang terpilih menjadi tokoh nomor 11.

    Ketika hasil jajak pendapat itu dipublikasikan, sebagian warga Muslim marah dan dia dilaporkan ke kepolisian. Arswendo kemudian diadili dan divonis hukuman lima tahun penjara.


    Artikel yang berjudul “Arswendo Atmowiloto, penulis dan wartawan senior, tutup usia” ini telah terbit pertama kali di:

    Sumber berita

    No comments