• Breaking News

    Jokowi: Masuk Ka’bah Itu Seijin Allah, yang Nyinyir adalah Setan

    Presiden Joko Widodo, Bu Iriana, dan kedua anaknya Gibran serta Kaesang diketahui menyempatkan diri melakukan ibadah umroh di tengah masa tenang menjelang hari pencoblosan esok Rabu.

    Jokowi disambut baik oleh pihak Kerajaan Saudi. DIjamu dengan pelayanan istimewa. Dan sebuah kejutan terjadi, Jokowi diajak masuk Ka’bah dalam rangkaian ibadah umroh yang dia jalani.

    Sebagai seorang Muslim, saya sejak kecil percaya bahwa yang namanya orang baik biasanya akan diberi banyak kebaikan tak disangka-sangka oleh Allah SWT. Makanya kita harus membiasakan diri berperilaku baik, bertutur kata baik, berprasangka baik, berpikiran yang baik-baik saja. Orang barat bilangnya ini law of attraction. Hal baik akan menarik kebaikan lain.

    Sering kita temui ada orang yang miskin, yang secara matematis mereka ini nggak akan bisa pergi umroh dan haji, tapi nyatanya Allah buka jalan mereka punya kesempatan ke sana. Ada yang misalnya tiba-tiba diumrohkan orang, ada yang mungkin menang undian, ada yang dapat penghargaan, dan sebagainya. Yang jelas saya percaya bahwa mereka yang bisa berangkat ke sana itu sudah jalan rejekinya.

    Yang pergi ke Mekkah tentu tahu, cita-cita semua jamaah adalah bisa mencium Hajar Aswad. Ada yang pesimis duluan “Gimana mungkin bisa mencium sementara jutaan orang (apalagi kalau musim haji) berebutan juga mau merapat ke Hajar Aswad?”. Biasanya yang begini akhirnya beneran nggak bisa mencium Hajar Aswad.

    Ada yang kemrungsung, ambisius. “Saya harus mencium Hajar Aswad apapun yang terjadi”. Akhirnya segala cara dilakukan. Bahkan kadang nggak nurut sama pemimpin rombongannya. Biasanya yang seperti ini juga nggak akan berhasil mencium. Malah biasanya akan ada cerita penuh drama selama ibadah.

    Justru yang biasanya “Bismillah.. Semoga Allah mengijinkan..” alias yang sudah punya tekat tapi sekaligus juga pasrah terhadap kehendakNya itulah yang dimudahkan untuk mencium. Tahu-tahu di penghujung thawafnya, pusaran jamaah membawanya makin dekat dan dekat dengan Hajar Aswad kemudian berhasil menciumnya. Inilah rahasia kebesaran Allah.

    Kita kalau ada orang berangkat umroh atau haji itu harusnya ikut senang. Mendoakan semoga ibadah mereka lancar sampai kembali ke tanah air, selalu sehat, segala urusannya dimudahkan. Boleh sambil meminta supaya mereka mendoakan kita juga segera bisa kembali ke tanah suci. Ke Mekkah itu bagi umat Islam adalah sebuah kerinduan. Bahkan yang sudah datang pun biasanya meningalkan sandal di sana sebagai simbol pengharapan semoga Allah memanggil ke sana kembali untuk beribadah.

    Ketika melihat Pak Jokowi dan keluarga bisa masuk Baitullah, sebuah kesempatan langka yang bahkan jauh lebih sulit daripada mencium Hajar Aswad, orang-orang yang beriman mestinya ikut merasa senang sambil berdoa dalam hati “Semoga Allah pun bisa menganugerahi nikmat yang demikian pada saya”.

    Kalau ada yang kemudian malah nyinyir, malah menuduh Jokowi minta-minta ke Raja Salman, memaksa dan sebagainya, saya justru bingung. Artinya mereka ini nggak percaya bahwa Allah bisa memberikan kemuliaan kepada siapapun yang Dia kehendaki. Dan Alhamdulillah Pak Jokowi dan keluarga mendapat nikmat itu.

    Orang yang hatinya bersih dan pikirannya positif serta beriman ke Allah, akan melihat ini sebagai “Oh mungkin ini buah sabar, ikhlasnya Pak Jokowi selama ini difitnah macam-macam tapi diam saja, tetap senyum. Mungkin ini buah istiqomahnya Pak Jokowi melaksanakan perintah Allah. Mungkin ini buah dari doa-doa orang yang mendoakan hal-hal baik ke Beliau”. Bukan malah nyinyir macem-macem. Ini sih kelakuan setan yang nggak bahagia melihat manusia beribadah ke Allah.

    Saat Prabowo umroh pun nggak ada pikiran ini ingin menjelek-jelekkan Beliau. Justru dipandang sebagai “Alhamdulillah, semoga saya bisa umroh juga seperti Prabowo”.

    Kedua, memangnya Raja Salman dan anak buahnya itu bisa diatur-atur? Tuan rumah memuliakan tamunya, karena tamunya ini baik maka kemuliaan yang diberikan berlipat ganda lebih baik lagi. Saya yakin kok Pak Jokowi pun nggak pernah kepikiran Beliau akan bisa beroleh kesempatan ini. Ini adalah kemuliaan Allah ke Pak Jokowi yang diberikan dengan perantara Kerajaan Saudi.

    Semoga Allah memberi hidayah dan rejeki ke kita semua baik rejeki sehat, materi, waktu untuk bisa ke tanah suci seperti Pak Jokowi dan keluarga.

    No comments