• Breaking News

    Debat capres keempat: Tiga hal yang jadi pembicaraan

    debat, debat capres, jokowi, prabowoHak atas foto Antara/Hafidz Mubarak A Image caption Joko Widodo dan Prabowo Subianto dalam debat capres keempat di Hotel Shangri-La, Jakarta.

    Ada beberapa hal yang menjadi pembicaraan warganet dalam debat keempat calon presiden. Ada pernyataan Jokowi tentang Dilan, teguran Prabowo kepada hadirin, serta persahabatan kedua calon presiden.

    Debat capres keempat dengan tema ideologi, pemerintahan, keamanan, dan hubungan internasional telah selesai digelar di Hotel Shangri-La Jakarta, Sabtu malam, 30 Maret 2019. Jokowi hadir dengan ditemani Ma’ruf Amin di kursi penonton, sedangkan Sandiaga Uno tidak hadir karena menonton debat bersama pendukungnya di Jakarta Selatan.

    Dalam debat kali ini, perhatian warganet tersita akibat beberapa pernyataan dari masing-masing calon presiden. Ini tiga di antaranya.

    1. Dilan: Digital melayani

    Sepanjang debat, Jokowi tiga kali menyebut kata Dilan, yang disebutnya sebagai “digital melayani”

    “Di bidang pemerintahan ke depan diperlukan pemerintahan dilan, digital melayani. Oleh sebab itu diperlukan reformasi dalam pelayanan publik,” kata Jokowi.

    Kalau ada Dilan, ke mana Milea? Pengguna dengan akun @JukiHoki menawarkan jawabannya.

    Para pendukung Jokowi di media sosial dengan cepat mendukung pernyataan Jokowi ini dengan memposting berbagai foto Jokowi dalam pose Dilan, dan memposting tagar #PemerintahanDilan.

    2. Lucu ya?

    Prabowo sempat menegur para hadirin yang menonton debat secara langsung di Hotel Shangri-La. Saat itu capres nomor urut dua itu sedang menjelaskan tentang pertahanan.

    “Kekuatan pertahanan kita sangat rapuh dan lemah. Bukan salah bapak. Salah.. nggak tahu saya (penonton tertawa) ..elit, ya, yang ketawa, kenapa kalian ketawa? Pertahanan Indonesia rapuh kalian ketawa, lucu ya? Kok lucu?” kata Prabowo.Maka warganet pun segera menjawab pertanyaan itu di media sosial. Seperti biasa, sambil curhat.

    3. Mari bersahabat

    Ketika Joko Widodo diminta memberikan pernyataan penutup terlebih dahulu, dia berkata.

    “Pak Prabowo, saya ini senang naik sepeda dan sering ketika naik sepeda rantainya putus. Tapi percayalah pada saya Pak Prabowo, bahwa rantai persahabatan kita tidak akan pernah terputus,” kata Joko Widodo.

    Sebenarnya, ungkapan ini pernah dikatakan Jokowi untuk istrinya, Iriana.

    Menjawab pernyataan Jokowi tersebut, Prabowo dalam pernyataan penutupnya pun menekankan bahwa meski berdebat dia tetap bersahabat dengan Jokowi.

    “Tapi maaf Pak, hati-hati dengan yang ABS sama Bapak. Saya ini kenal banyak presiden, Pak Harto saya kenal, Pak Habibie, dan sudah lama jadi orang Indonesia, terlalu banyak ABS. Tapi saya juga yakinkan Bapak, saya tetap bersahabat,” kata Prabowo.

    Meski di panggung debat keduanya menyatakan bersahabat, perang tagar di media sosial tetap terjadi. Pendukung Joko Widodo menggunakan tagar #Jokowimengubahsemua dan #PemerintahanDilan.

    Pendukung Prabowo menggunakan tagar #Prabowomenangdebat, #Jokowidiambangkekalahan, dan #PrabowoBentengNKRI.

    Untuk tahu lebih banyak tentang strategi kampanye media sosial kedua calon, baca artikel ini: Pilpres 2019 dan peran buzzer: Strategi Joko Widodo dan Prabowo di dunia maya Peneliti Lembaga SMRC Saidiman Ahmad berpendapat peran buzzer tidak terlalu besar mendulang suara.

    “Buzzer paling banyak di Twitter, penggunanya 5% dari populasi, jadi ya scope-nya hanya di 5% itu,” katanya.


    Artikel yang berjudul “Debat capres keempat: Tiga hal yang jadi pembicaraan” ini telah terbit pertama kali di:

    Sumber berita

    No comments