• Breaking News

    Zaman Sudah Serba Digital, Mengapa Menulis dengan Tangan Tetap Penting?

    JaringaNasional, Jakarta – Teknologi memang bermaksud memberi kemudahan bagi manusia dalam menjalani keseharian dan memenuhi tantangan zaman yang berubah dengan begitu cepat. Namun, seiring waktu berlalu, ada hal-hal yang mungkin Anda dan banyak orang lain tinggalkan. Tulisan tangan, misalnya.

    Dengan segala gadget canggih, kebiasaan menulis lambat-laun ditinggalkan dan digantikan dengan mengetik. Dari laptop sampai smartphone, semua berorientasi mengetik. Padahal, tulisan tangan itu memiliki manfaat yang mungkin tak Anda sadari.

    “Menulis itu sebenarnya punya gerakan sangat kompleks. Menulis dengan tangan itu bisa terus melatih sekaligus meningkatkan fungsi kognitif otak,” tutur seorang grafolog, Deborah Dewi, di Post-It Handwriting Workshop di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/2018).

    Karenanya, dengan tulisan tangan, Anda bisa otomatis menambah daya ingat sekaligus meng-organize pikiran itu sendiri. “Coba bandingkan nulis dan ngetik, mana yang lebih diingat. Tadi teman-teman juga sudah membuktikan sendiri kalau lebih banyak yang diingat kalau ditulis,” tambahnya.

    Deborah yang merupakan satu-satunya Grafolog Indonesia dengan Standar Kompetensi Tenaga Kerja yang sah divalidasi di 83 negara ini mengungkap, tulisan tangan memiliki manfaat untuk pengembangan diri seseorang.

    “Selama 10 tahun terakhir saya banyak menyaksikan bagaimana Ilmu Grafologi berperan sebagai solusi dalam kehidupan seseorang, bak di kehidupan domestik maupun profesionalnya. Analisa tulisan tangan mampu mengungkap dengan detail semua kekuatan dan kelemahan pemilik tulisan tangan,” paparnya.

     

    ——–:

    Kemampuan Lester membuatnya diberi predikat The Master of Calligrapher oleh dunia.


    Artikel yang berjudul “Zaman Sudah Serba Digital, Mengapa Menulis dengan Tangan Tetap Penting?” ini telah terbit pertama kali di:

    Sumber berita

    No comments