• Breaking News

    Unjuk rasa protes pembakaran bendera ‘Bela Tauhid’ di Jakarta dan beberapa kota

    aksi protes pembakaran benderaHak atas foto BBC Indonesia Image caption Aksi protes pembakaran bendera sekitar kementerian Kemenko Polhukam Jakarta.

    Lebih dari seribu orang berunjuk rasa di depan kantor Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta kembali memprotes pembakaran bendera yang oleh tiga pelakunya disebut sebagai bendera HTI namun oleh para pemrotesnya disebut ‘bendera Tauhid.”

    Dalam demonstrasi yang mereka sebut ‘Aksi Bela Tauhid’ itu, sebagian pengunjuk rasa membawa berbagai bendera bertuliskan kalimat tauhid di atas kain putih maupun hitam, sambil sesekali mengumandangkan kalimat Tauhid, kata Quinawati Pasaribu untuk BBC Indonesia.

    Sebelumnya, polisi mengatakan sudah menangkap orang yang disebut sebagai pembawa bendera HTI dalam acara Hari Santri akhir pekan lalu di Limbangan Garut, yang berbuntut insiden pembakaran bendera.

    Adapun Menkopolhukam Wiranto sudah mengatakan bahwa lewat Polri dan Kejaksaan akan segera menangani kasus pembakaran bendera itu.

    Perwakilan aksi demonstrasi dari Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama Bogor, Dani, menuntut pemerintah mengadili pelaku pembakaran bendera anggota Barisan Serbaguna, Banser Gerakan Pemuda Ansor, Nahdlatul Ulama.

    “Kita harus adil jangan hanya orang kafir yang diadili. Tapi juga kepada diri sendiri,” kata Dani berorasi di depan kantor Kemenko Polhukam Jakarta.

    Hak atas foto BBC Indonesia Image caption BAnser menyebut itu bendera HTI, Namun HTI menyangkal, dan sebagian kalangan menyebut itu bendera Tauhid.

    Dalam orasinya, dia juga menuntut pembubaran Banser karena dianggap menimbulkan keonaran dengan pembakaran bendera itu.

    “Keberadaan Banser tak sama seperti ketika masa revolusi. Banser sama seperti HTI. Bubarkan.”

    Pihak GP Ansor sendiri mengatakan tindakan anggota mereka membakar bendera melanggar prosedur operasional organisasi itu.

    “Akan gebuk cecunguk”

    Seorang orator mengancam bakal bertindak sendiri jika pemerintah tidak bersikap tegas kepada pembakar bendera.

    Sementara itu, Komandan Laskar Islam, Munarman mengancam untuk melakukan tindakan lebih jauh.

    “Mereka menghina panji-panji Rasululah. Tapi kita akan perjuangkan kalimat itu. Kita akan gebuk cecunguk-cecunguk komunis, PKI.”

    Aksi serupa berlangsung di beberapa tempat, seperti di Tasikmalaya, Aceh, Semarang dan Surabaya.

    Hak atas foto BBC Indonesia

    Dalam protes di Jakarta, beberapa perwakilan dari aksi Bela Tauhid ini sudah masuk ke gedung Kemenkopolhukam untuk menemui Menkopolhukam, Wiranto.

    Namun Menteri Koordinatorl Polhukam, Wiranto sedang berada di luar kota. Karenanya mereka diterima oleh sejumlah pejabat yang mewakilinya.

    Berbagai tokoh Islam sudah menyerukan agar kasus pembakaran itu diserahkan kepada polisi.

    Adapun mengenai tuntutan pembubaran Banser, Ketua Umum Banser Yaqut Cholil Qoumas menyerahkan prosesnya kepada pihak berwenang.

    “Silakan saja diproses,” katanya.


    Artikel yang berjudul “Unjuk rasa protes pembakaran bendera ‘Bela Tauhid’ di Jakarta dan beberapa kota” ini telah terbit pertama kali di:

    Sumber berita

    No comments