• Breaking News

    Ulama radikal Inggris dibebaskan dari penjara namun diawasi ketat

    Anjem Choudary in 2015Hak atas foto PA Image caption Anjem Choudary akan menjalani setengah masa hukumannya di luar penjara.

    Ulama radikal Inggris Anjem Choudary, yang dipenjara karena menggalang dukungan bagi kelompok Negara Islam (ISIS), telah dibebaskan.

    Lelaki itu dijatuhi hukuman lima setengah tahun penjara pada tahun 2016.

    Dia memimpin sebuah jaringan ekstremis yang terkait dengan kaum pejihad pelaku kekerasan, termasuk salah satu pelaku pembunuhan tahun 2013 terhadap serdadu Inggris Lee Rigby.

    Choudary, 51, kini telah menjalani separuh dari hukumannya dan akan menyelesaikan sisanya di bawah pengawasan ketat. Polisi menyusun 25 ketentuan untuk mengawasi kesehariannya.

    Siapa Anjem Choudary?

    Choudary, warga Ilford di London timur, pernah memimpin jaringan al-Muhajirun – kelompok ekstremis terkenal yang kemudian dinyatakan terlarang berdasar undang-undang terorisme.

    Ayah dari lima ini bukanlah orang yang mengatur langsung serangan teror, tetapi dianggap sebagai salah satu orang yang paling berbahaya di Inggris dalam meradikalisasi orang lain.

    Menurut mantan kepala polisi London, Richard Walton ia adalah “tokoh berbahaya yang mengeras (secara ideologi)” dan orang yang memiliki “pengaruh besar terhadap ekstremisme Islam di Inggris”

    Kenapa dia sekarang dibebaskan?

    Ketika seorang narapidana dibebaskan di tengah masa hukuman, maka sisa waktu hukuman dijalankan di komunitas masyarakat ‘dengan izin tertentu’.

    Ia tidak bisa melakukan apa pun secara bebas, melainkan harus patuh pada sederet persyaratan. Jika dia melanggar salah satunya, maka dia bisa kembali dijebloskan ke penjara.

    Bagaimana dia akan dipantau?

    Polisi dan dinas rahasia Inggris MI5 akan menjadi sebagian dari beberapa lembaga yang memantau Choudary, setelah ia dibebaskan pada Jumat pagi (19/10) ini dari penjara Belmarsh.

    Image caption Cars were seen leaving HMP Belmarsh in Woolwich, south-east London, early on Friday morning

    Choudary tampak dalam foto yang dimuat oleh surat kabar Telegraph ketika ia tiba di sebuah hunian pembebasan-dengan-jaminan di London utara.

    Dalam informasi yang diperoleh BBC, ia akan ditempatkan di hunian ini dalam masa percobaan selama enam bulan.

    Ketentuan-ketentuan yang harus dia patuhi meliputi:

    Dilarang untuk berkhotbah atau menghadiri khotbah di masjid tertentu Hanya diperbolehkan berurusan dengan orang-orang yang telah disetujui oleh pihak berwenang Dia diizinkan memiliki satu jalur telepon dan dilarang menggunakan perangkat berkemampuan internet tanpa izin Penggunaan internet akan diawasi Dia tidak dapat melakukan perjalanan di luar wilayah M25 London Raya Dia tidak boleh pergi dari Inggris tanpa izin.

    Sebelumnya diumumkan bahwa Choudary telah dimasukkan dalam daftar teroris global yang berada di bawah pengawasan Dewan Keamanan PBB. Disebutkan juga bahwa aset-aset Choudary telah dibekukan.

    Pembekuan aset akan membuatnya berada di bawah kontrol keuangan yang sangat ketat yang biasanya berarti pihak berwenang akan langsung mendapat isyarat peringatan jika dia mencoba membuka rekening bank atau memindahkan uang.

    Perdana Menteri Theresa May mengatakan pada hari Kamis bahwa pihak berwenang termasuk polisi, penjara dan layanan percobaan memiliki “pengalaman panjang dalam menangani para pelanggar pidana jenis itu”.

    Mark Rowley, mantan kepala kontra-teror kepolisian Inggris, mengatakan bahwa sangatlah penting “untuk tidak melebih-lebihkan sosok (Choudary)”.

    “Pada akhirnya hari dia adalah manusia tengik yang mempedaya orang lain, sebagaimana yang telah dia lakukan di masa lalu,” kata Rowley. “Dia bukan semacam penjahat jenius yang harus kita takuti.”


    Artikel yang berjudul “Ulama radikal Inggris dibebaskan dari penjara namun diawasi ketat” ini telah terbit pertama kali di:

    Sumber berita

    No comments