• Breaking News

    Menyerang perempuan yang mau masuk kuil, ribuan orang ditangkap

    People of Malayali community wait for the temple doors to open at Makara Vilakku Mahotsavam at Ayyappa temple in Rasta Peth, on January 14, 2018 in Pune,Hak atas foto Getty Images Image caption Para pemrotes menyatakan mereka tak mau kaum perempuan mengganggu peziarahan di kuil pemujaan dewa lajang itu.

    Polisi India telah menangkap 2.200 orang dalam berbagai aksi yang menentang masuknya perempuan ke sebuah kuil Hindu terkenal di negara bagian Kerala di bagian selatan negeri itu.

    Pemicunya adalah peristiwa pekan lalu, saat ratusan orang bentrok dengan sejumlah perempuan yang berusaha memasuki kuil Sabarimala setelah Mahkamah Agung mengeluarkan keputusan bersejarah yang membuka kuil itu juga bagi perempuan.

    Berbagai unjuk asa juga berlangsung di berbagai tempat di negara bagian itu, sebagian besar berujung kekerasan.

    Kuil Sabarimala sebelumnya terlarang bagi perempuan ‘usia datang bulan’.

    Seorang perwira polisi mengatakan kepada wartawan BBC Hindi, Imran Qureshi, bahwa para pengunjuk rasa, laki-laki dan perempuan, telah ditangkap untuk pasal melakukan kerusuhan dan berkumpul secara tidak sah.

    “Kami telah menangkap orang-orang yang mencegah perempuan memasuki kuil dan juga orang-orang yang melakukan kekerasan untuk memprotes perintah pengadilan. Kami berharap ini akan menjadi sebagai efek jera ketika kuil pemujaan itu dibuka kembali November nanti,” kata petugas itu.

    Image caption Dua perempuan berusaha masuk kuil dengan mengenakan pakaian anti huru-hara.

    Setiap tahunnya, kuil itu hanya dibuka untuk periode tertentu yang singkat.

    Protes besar-besaran membuat perempuan yang berusaha masuk ke kuil minggu lalu hanya sedikit dan yang mencoba melakukannya dihalau pulang.

    Para pengunjuk rasa meyakini bahwa keputusan pengadilan bertentangan dengan keinginan Dewa Ayappa sendiri, yang dianggap pelindung kuil itu.

    Media playback tidak ada di perangkat Anda

    Tim BBC dihalau dari sebuah aksi protes.

    Menurut para pengunjuk rasa, larangan perempuan memasuki Sabarimala bukan melulu menyangkut menstruasi – namun juga sesuai dengan keinginan dewa penguasa kuil yang diyakini telah menetapkan aturan yang jelas tentang tata cara ziarah untuk mencari berkahnya.

    Menurut mitologi kuil, Ayyappa adalah dewa lajang yang telah mengambil sumpah selibat, karenanya memberlakukan larangan masuk bagi perempuan ke kuilnya.

    Hinduisme menganggap perempuan yang sedang haid sebagai najis dan melarang mereka ikut dalam ritual keagamaan.

    Kebanyakan kuil Hindu mengizinkan perempuan untuk masuk selama tidak sedang menstruasi. Namun kuil Sabarimala adalah salah satu dari sedikit yang memberlakukan larangan menyeluruh bagi masuknya perempuan.

    Namun bulan lalu Mahkamah Agung menggugurkan larangan itu, dan hakim menyatakan bahwa “hak untuk menjalankan agama terbuka bagi laki-laki dan perempuan”.

    Hak atas foto EPA

    Kuil itu pekan lalu membuka pintunya untuk perempuan untuk mematuhi keputusan pengadilan. Namun, tidak seorang pun perempuan yang bisa masuk karena dihadang para pengunjuk rasa.

    Hanya dua perempuan yang berhasil mencapai balairung utama kuil saat itu.

    Lebih dari 100 polisi melindungi mereka dari para pengunjuk rasa yang melempari mereka dengan batu saat mereka berjalan kaki sejauh 5 km menuju kuil.

    Tetapi mereka harus kembali karena dihadang kalangan Hindu konservatif itu hanya beberapa meter dari tempat ziarah suci Sabarimala.


    Artikel yang berjudul “Menyerang perempuan yang mau masuk kuil, ribuan orang ditangkap” ini telah terbit pertama kali di:

    Sumber berita

    No comments