• Breaking News

    Menuju AS, rombongan besar imigran dihadang polisi antihuru-hara Meksiko

    MeksikoHak atas foto GETTY IMAGES/John Moore Image caption Ribuan orang dari sejumlah negara di Amerika Tengah berjalan kaki melintasi perbatasan negara dalam upaya menuju Amerika Serikat.

    Ribuan imigran yang melintasi Amerika Tengah untuk mencapai Amerika Serikat kini berusaha menerobos jalur perbatasan di selatan Meksiko agar dapat masuk ke negara tersebut.

    Sejumlah imigran menerobos pagar pembatas di Guatemala. Namun mereka kemudian dihadang dan bertikai dengan polisi Meksiko di lahan kosong yang tak masuk wilayah administratif negara manapun.

    Presiden AS, Donald Trump, kemarin berterima kasih kepada Meksiko karena telah mencegah para imigran itu masuk ke negara Paman Sam.

    Kelompok imigran yang sebagian besar berasal dari Honduras itu mengkalim melarikan diri dari beragam kekerasan dan kemiskinan.

    Perempuan, manula, dan anak-anak turut ikut dalam perjalanan lintas batas tersebut.

    Trump berkata, tentara akan dilibatkan dalam persoalan imigran ini. Ia sebelumnya berencana menutup penuh pintu perbatasan AS.

    “Mereka sebaiknya kembali. Mereka tidak akan masuk ke negara ini,” kata Trump kepada pers, Jumat (19/10).

    Setelah perbincangan terkait keamanan perbatasan di Meksiko, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo menganggap situasi telah mencapai tahap krisis.

    Apa yang terjadi di perbatasan?

    Ratusan imigran dari negara di Amerika Tengah menerobos pagar di jembatan yang melintasi sungai di perbatasan Guatemala dan Meksiko.

    Puluhan polisi Meksiko berpakaian siap tempur dilaporkan menembakkan gas air mata agar para imigran mundur ke kawasan netral di luar kekuasaan negara.

    Para personel polisi itu disebut sempat dilempari batu.

    Hak atas foto GETTY IMAGES/PEDRO PARDO Image caption Sejumlah imigran melakukan segala hal untuk menghindari tindakan polisi Meksiko.

    Sejumlah imigran terlihat melompat ke Sungai Suchiate untuk menggapai rakit, sementara yang lain kembali ke arah Guatemala, meski ada pula yang memilih bertahan dan duduk di atas jembatan.

    Otoritats Meksiko mengumumkan kepada para imigran, bahwa pemerintah menghendaki proses imigrasi yang teratur. Mereka berkata, hanya imigran yang memiliki dokumen lengkap yang akan diizinkan melintas masuk ke Meksiko.

    Sebelumnya, Trump mengancam memotong dana bantuan untuk sejumlah negara yang membiarkan para imigran itu melintasi perbatasan menuju AS.

    Trump, melalui akun Twitter miliknya, berterima kasih pada pemerintah Meksiko yang mengirim ratusan polisi untuk menghadang imigran.

    Mengapa Trump khawatir?

    Sejak kampanye pilpres AS tahun 2016, Trump telah mencerca imigran tak berdokumen. Dan rombongan imigran ini muncul sejak kebijakan kerasnya soal imigrasi.

    Awal 2018, perubahan regulasi menjadi hukuman penahanan menjebloskan sejumlah anak ke sel sehingga terpisah dari orang tua mereka di perbatasan AS-Meksiko.

    Kejadian itu memicu kutukan dari dalam negeri dan dunia internasional.

    Hak atas foto GETTY IMAGES/PEDRO PARDO Image caption Sebagian besar perjalanan lintas negara itu dijalani para imigran dengan berjalan kaki.

    Ancaman Trump muncul beberapa pekan sebelum pemilihan tengah waktu AS tanggal 6 November mendatang. Pada pemilu itu, Partai Demokrat berpeluang besar menggeser kekuasaan Partai Republik di DPR.

    Merujuk jajak pendapat yang digelar Kaiser Foundation, 15% responden di AS menganggap imigrasi adalah isu yang sangat penting. Adapun, jawaban serupa dinyatakan 25% pemilih Partai Republik.

    Meski Trump sudah pernah mengerahkan pasukan Garda Nasional, belum jelas apakah dia bermaksud menutup seluruh jalur perbatasan.

    Tak jelas pula apakah kebijakan itu akan berdampak pada dunia usaha atau orang-orang yang memegang visa resmi.

    Menurut hukum internasional, AS tidak dapat mengusir pencari suaka tanpa lebih dulu memastikan validitas klaim orang-orang itu.

    Andrew Selee dari Institut Kebijakan Migrasi berkata kepada BBC, penutupan perbatasan akan memicu malapetaka pada perekonomian AS dan Meksiko.

    “Ini mungkin bisa menjadi upaya simbolis, cara untuk menekan Meksiko bahwa hanya akan ada sedikit dampak pada penerobosan ilegal dan efek besar pada perlintasan yang sah,” kata Selee.

    Di mana rombongan imigran itu sekarang?

    Mereka kini berada di Guatemala, di kota perbatasan Tecun Uman, meski sebagian dari imigran dikabarkan telah mencapai Meksiko.

    Perjalanan kelompok imigran ini hampir sepanjang 4.500 kilometer. Mereka menempuh mayoritas perjalanan itu dengan berjalan kaki dari San Pedro Sula di Honduras, Jumat pekan lalu.

    Hak atas foto GETTY IMAGES/John Moore Image caption Pemerintah Meksiko menerjunkan ratusan polisi antihuru-hara untuk menghadang para imigran.

    Apa yang akan terjadi pada imigran itu?

    Otoritas Meksiko menyebut mereka yang tak memiliki dokumen resmi harus mengajukan status pengungsi atau memilih kembali ke negara asal.

    Kantor berita Associated Press menyebut banyak di antara imigran itu tak memiliki paspor. Mereka menggunakan kartu identitas kependudukan, yang memungkinkan mereka berpergian di Amerika Tengah.

    Bagaimanapun, Meksiko berkeras proses imigrasi tetap harus didasari pada paspor.

    Erika Guevara-Rosas dari Amnesty International berkata, “Keluarga ini berhak atas martabat dan penghormatan untuk memastikan tak ada satupun orang secara melawan hukum dikembalikan ke situasi di mana mereka berpeluang besar menghadapi kekerasan.”

    Presiden terpilih Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, berjanji menawarkan visa kerja bagi imigran asal Amerika Tengah, ketika ia dilantik menjadi orang nomor satu negara itu, Desember mendatang.

    Bagaimanapun, Selee menyebut Meksiko akan berusaha meredakan krisis itu dengan cara serupa saat terakhir kali rombongan imigran muncul, yaitu memberi beberapa orang status hukum atau kesempatan mengajukan suaka, tapi memulangkan yang lain.

    Mengapa mereka menjadi imigran?

    Sekitar 10% penduduk Guatemala, El Salvador, dan Honduras melarikan diri dari bahaya, rekrutmen paksa oleh sindikat kejahatan, dan perekonomian yang suram.

    Kawasan itu memiliki tingkat pembunuhan tertinggi di dunia. PBB menyebut rasio pembunuhan di Honduras tahun 2015 adalah 63,75 kematian per 100 ribu orang. Sementara El Salvador mencapai 108,64 kematian per 100 ribu orang.

    Hak atas foto GETTY IMAGES/John Moore Image caption Perempuan dan anak kecil termasuk dalam rombongan besar imigran yang melarikan diri dari kekerasan dan perekonomian buruk di negara Amerika Tengah.

    Jari Dixon, politikus oposisi di Honduras mengatakan, rombongan imigran itu tak sedang mengejar mimpi kesuksesan di Amerika, tapi melarikan diri dari mimpi buruk di negara mereka.

    Dalam pernyataan Selasa lalu, Kementerian Luar Negeri Honduras mendesak warganya tak terpikat gerakan politik yang mengganggu pemerintah, stabilitas, dan perdamaian.

    Suara imigran

    Jurnalis BBC berbincang dengan sejumlah orang dari rombongan besar imigran itu, saat mereka menunggu kepastian di garis perbatasan.

    Fransiska

    Saya bergabung dengan rombongan ini karena saya takut berpergian sendiri. Saya ingin anak-anak saya memiliki kehidupan yang lebih baik dibandingkan saya.

    Di Honduras tak ada pekerjaan, tak ada apapun.

    Image caption Fransiska mengajak anak laki-lakinya untuk melarikan diri dari Honduras.

    Mereka membunuh suami saya, menusuk, dan menghancurkannya.

    Saya pergi ke AS dan Meksiko membantu keluarga saya karena saya bukanlah perempuan yang membutuhkan belas kasihan. Tuhan akan melunakkan hati Trump yang keras.

    Maria

    Saya berasal dari Potrero, Cortes, Honduras. Hanya Tuhan yang tahu di mana perjalanan kami akan berakhir.

    Saya memiliki suami tapi saya tak pernah merasakan kehadirannya. Saya mempunyai empat anak, dua di Honduras dan dua yang lainnya pergi bersama saya.

    Image caption Maria memutuskan bergabung dengan rombongan besar imigran karena tak berani menjalani rute itu sendirian.

    Jika Presiden Honduras bertanggung jawab, tak akan ada banyak pelarian, tapi di sana tak ada pekerjaan. Kekerasan juga terus terjadi.

    Trump berkata jika imigran melintasi perbatasan, AS akan mengembalikan kami ke Honduras. Hal buruk apa yang pernah kami lakukan terhadapnya? Trump seharusnya senang karena kami datang untuk bekerja.


    Artikel yang berjudul “Menuju AS, rombongan besar imigran dihadang polisi antihuru-hara Meksiko” ini telah terbit pertama kali di:

    Sumber berita

    No comments