• Breaking News

    Apakah faktor genetik memengaruhi kemampuan atletik?

    sportHak atas foto Getty Images

    Pernahkah Anda bertanya-tanya, bagaimana atlet top dunia bisa begitu jago?

    Bagaimana cara Usain Bolt melintasi trek lari dengan kecepatan cahaya (oke, ia tidak berlari dengan kecepatan 299.792.458 meter per detik, tetapi tidak begitu berbeda kan?)?

    Bagaimana dengan Michael Phelps? Apakah dia setengah lumba-lumba? Atau apakah karena dia memiliki seorang guru hebat yang berasal dari sekolah ikan?

    Dapatkah tes genetik memprediksi performa atletik?

    Pepatah yang mengatakan bahwa “rajin pangkal pandai” memang masuk akal, tetapi apakah latihan adalah satu-satunya hal yang memengaruhi kepandaian seseorang dalam olahraga tertentu? Bisakah Anda “terlahir pandai”?

    Dalam beberapa tahun terakhir, ada peningkatan signifikan dalam penggunaan tes DNA dalam tim olahraga, pelatih, dan atlet.

    Ini adalah topik yang sangat kontroversial, tetapi dari sudut pandang ilmiah, gagasan mengakses informasi genetika untuk memprediksi kemampuan olahraga adalah prospek yang mengasyikkan.

    Masing-masing dari kita memiliki struktur DNA yang berbeda dan tidak dapat diubah, serta memengaruhi kita dengan cara yang sangat berbeda-beda. Beberapa dari kita jago dalam berlari, sebagian dari kita tidak dapat memproses gluten, dan sebagian dari kita mabuk berat hanya karena beberapa tetes alkohol.

    Namun, sekadar memiliki DNA yang tepat tidak selalu membantu dalam menjalani hidup Anda atau meningkatkan kemampuan Anda. Memahami DNA dan bagaimana pengaruhnya terhadap Andalah yang memungkinkan para atlet top memanfaatkan kecenderungan genetik mereka dan karena itu mengembangkan kemampuan fisik mereka.

    Tetapi bagaimana jika Anda tidak punya cukup modal untuk menjalani tes genetika?

    Cara gratis untuk menilai dan meningkatkan kecakapan atletik Anda adalah menyesuaikan pelatihan Anda dengan bentuk fisik Anda saat ini, atau, somatotipe.

    Somatotipe adalah istilah lain untuk “bentuk tubuh” dan menurut rumus Heath-Carter, ada tiga somatotipe yang disebut Ektomorf, Endomorf, dan Mesomorf.

    Meskipun ada tiga tipe yang dapat didefinisikan, kebanyakan orang hampir selalu merupakan kombinasi dari ketiganya. Plus, beberapa orang seringkali dapat melatih tubuh mereka sehingga memungkinkan untuk melakukan transisi bolak-balik antara berbagai bentuk.

    Apakah ketiga somatotipe itu?

    EKTOMORF Seseorang dengan bentuk tubuh ini biasanya memiliki rangka yang lebih kurus dan lemak tubuh yang rendah. Metabolismenya sangat cepat, tapi juga sulit menambah otot, sehingga biasanya menghasilkan dada yang datar dan definisi otot yang ringan.

    ENDOMORF Bentuk tubuh ini adalah yang paling merepotkan dalam banyak hal. Tubuh endomorf berbentuk lebih bulat dan gemuk, mudah menimbun lemak dan otot tetapi seringkali lebih sulit menghilangkan lemak karena metabolisme mereka lebih lambat.

    MESOMORF Mesomorf diidentifikasi sebagai tipe tubuh berotot dan lebih seimbang daripada yang lain. Orang dengan tubuh mesomorf memiliki metabolisme yang cepat, tetapi juga memiliki sel otot yang sangat responsif sehingga memungkinkan pertumbuhan otot yang cepat dan terdefinisi dengan baik.

    Memahami bentuk tubuh Anda penting karena setiap somatotipe merespon pelatihan dan diet fisik yang sama secara berbeda.

    Jika Anda ingin menjadi atlet yang sukses, Anda harus menyesuaikan pelatihan Anda dengan bentuk tubuh yang paling sesuai dengan Anda, jika tidak, Anda berisiko bekerja keras tanpa mendapatkan keuntungan nyata.

    Jadi, begitulah, menjadi atlet yang sukses tidak sekadar soal mengetahui DNA Anda; dalam banyak kasus Anda akan mendapati bahwa Anda tanpa sadar berlatih dengan cara yang sesuai dengan faktor genetik Anda hanya karena Anda mendapatkan hasil terbaik dengan cara itu. Belum lagi tingkat latihan, keterampilan dan teknik yang dibutuhkan masing-masing olahraga.

    Versi bahasa Inggris artikel ini dapat Anda baca pada laman BBC Earth dengan judulDo genetics influence athletic ability?


    Artikel yang berjudul “Apakah faktor genetik memengaruhi kemampuan atletik?” ini telah terbit pertama kali di:

    Sumber berita

    No comments